Sabtu, 14 Agustus 2010
SETANGKAI EIDELWIS
SETANGKAI EIDELWIS
Perlunya Seorang Mentor
Ibu saya mukanya berubah kayak permen nano nano saat mendengar saya yang baru kelas 1 SMA waktu itu meminta ijin untuk mendaki gunung. Ibu bukan cuma kaget 1/2 modar, tapi kaget 3/4 modar.
Apa kamu kuat nak?
Mudah mudahan kuat ibu, karena setiap sore saya sudah menggembleng fisik dengan berlari lari.
Apa kamu tidak takut nak? Di gunung gelap dan siapa tahu banyak hantu.
Tidak ibu, karena saya membawa senter, dan juga bersama-sama banyak teman.
Apa tidak takut nyasar nak, seperti sering ibu dengar di koran ada pendaki yang tersesat?
Rombongan kami akan dibagi bagi menjadi maksimal 5 orang per regu, dan tiap regu didampingi oleh seorang pemandu yang sudah mendaki gunung tersebut lebih dari 5x, yang sudah hafal jalan dan medannya.
Apakah nanti tidak kelaparan diatas gunung sana?
Tidak bu. Sebelum mendaki kami sudah diberikan training, bahwa perjalanan dari camp ke puncak kami tempuh 6 jam, dengan 6 pos istirahat. Selebrasi 2 jam di puncak. Turun kisaran 4 jam. Dan instruktur kami sudah memberi tahu bekal logistik apa yang harus kami bawa dalam pendakian selama 12 jam tersebut. Semua terencana ibu, bukan asal mendaki.
Ibu bingung tak tahu harus berkata apa apa lagi. Tidak MENENTANG atau melarang karena ingin melihat anaknya jadi laki laki petualang sejati. Mau MERESTUI terbayang gunung yang dingin, gelap dan angker.
Tapi saat teringat anaknya itu bukan SEKEDAR DITRAINING dan DITUNJUKKAN panduan jalan mendaki gunung, tapi benar-benar DIDAMPINGI PEMANDU yang sudah berkali kali mendaki gunung, si ibu merasa lega.
Iya nak, hati-hati ... Berdoa agar selamat tak ada gangguan. Bawakan ibu setangkai eidelweis seperti dulu ayahmu merayu ibumu.
Lha??? Emang dulu ayah juga pendaki gunung ya bu?
Ibu mengangguk.
Saya dekati ibu, peluk ibu. Dan kemudian pergi melenggang dengan carrier besar di punggung.
Dalam memasuki bisnis properti, anda memerlukan tekad dan keberanian, yang berasal dari diri sendiri. Juga pengetahuan, yang bisa anda peroleh melalui training dan workshop. Dan jangan lupa, anda membutuhkan MENTOR. Seorang pemandu dan penasehat yang membuat anda lebih percaya diri.
TERGERAK SYAHWATNYA
TERGERAK SYAHWATNYA
Salurkan!!!
Saat SMA dulu saya sedang mengikuti pelajaran agama. Disitu bu guru menjelaskan; "Barangsiapa memandang seorang perempuan dan kemudian tergerak syahwatnya, maka dia sudah berdosa dalam pikirannya."
Saya komplain; "Gak adil dong bu, jika cuma memandang saja kok dosa, kan kita kagak ngapa ngapain kepada perempuan tersebut. Lagipula ulah si upik ini kadang diluar kendali kita .."
Bu guru tak mau menjelaskan, malah melotot marah. Saya tak berani bertanya apa apa lagi dan memilih diam seribu bahasa.
Bu guru galak ... , hehe
Nah, seberapa banyak diantara anda pembaca blog ini yang sudah tergerak syahwat bisnis propertinya, tapi belum juga memulai proyek pertamanya. Selalu ragu dan ragu. Maju mundur, maju mundur. Nanti bu guru melotot dan marah lho ..
Ikut seminar sana sini. Ikut workshop sana sini. Belum juga ketemu MPT yang jadi tambatan hati. Hot deal seakan hanya mimpi. Ampun DJ !! Hehe ..
Melalui artikel ini, saya ingin menyampaikan ajakan sekaligus challenge.
Selama 3,5 bulan sejak Perguruan Kungfu Properti didirikan, sudah menggelar 3x seminar CARA GAMPANG JADI PENGEMBANG, 8x workshop KETEMU JIN PROPERTI, 1x Workshop Advance, 2x Training SELLING SKILL.
Nah, terus terang saya sudah mulai malas mengajar di kelas. Sekarang maunya; ACTION !!! ACTION !!! Bukan cuma menyimpan syahwat propertinya di pikiran.
Saya ingin mengajak anda semua untuk ACTION. Ayo ayo ... Jangan cuma punya syahwat properti saja. Segera disalurkan !!!!
FRIDAY THIRTEEN
FRIDAY 13 TH (Friday Thirteen)
Budget Tak Boleh Dilanggar
Ternyata hari ini adalah hari Jumat tanggal 13 (tigabelas). Buat orang barat, ini hari wingit, hari sakral. Banyak pantangan. Banyak hal tak boleh dilakukan di hari yang dianggap banyak setan gentayangan ini.
Kalau di Jawa, setara dengan hari JUMAT KLIWON. Ini hari keramat. Banyak setan dan jin gentayangan. Tapi bukan termasuk jin properti di milist ini.
Friday 13 th dan Jumat Kliwon adalah refleksi penghormatan orang-orang yang percaya klenik terhadap dunia gaib. Banyak larangan, banyak pantangan.
Kalau menurut JIN PROPERTI, semua hari adalah hari baik. Asal memulai hari dengan menyebut nama Allah SWT, maka 'Everyday is blessing day'.
Pantangan alias hal sakral didalam bisnis properti (juga bisnis secara umum) menurut saya adalah; DILARANG MELANGGAR BUDGET. Maksudnya adalah semua budget yang sudah ditetapkan di awal proyek didalam ACTION PLAN.
L = P - B
Laba = Pendapatan - Biaya
Percuma anda jago menjual, jago mendatangkan pemasukan, tapi lemah mengontrol budget. Sia sia aja coy. Laba anda pasti tidak tinggi.
Contoh kasus;
Didalam Action Plan yang kita buat, tertulis rencana pembuatan pagar keliling setinggi 2,4 m dibudget 300.000/m1.
Saat mau realisasi, sudah terjadi eskalasi harga, dimana penawaran yang masuk sbb ;
- Pagar panel beton tinggi 2 m harga Rp 290.000/m1
- Pagar panel beton tinggi 2,4 m harga Rp 325.000/m1
Mana yang kita pilih? Menambah budget menjadi 325.000/m1 supaya pagar terpasang tetap 2,4 m?
Atau memilih pagar 2 m saja seharga 290.000/m1 supaya budget tidak dilanggar, meski sedikit 'mengorbankan' keamanan lingkungan karena pagarnya relatif rendah.
Saya memilih pagar 2 m saja. Pendekatan saya adalah DILARANG MELANGGAR BUDGET. Karena menabrak budget berarti mengurangi laba. Pertimbangan lain boleh dikompromikan. Apalagi soal idealisme, jangan dinomorsatukan.
Buat saya, BUDGET itu ibarat JUMAT KLIWON atau Friday 13 th. Pantang dilanggar coy !!!!! Jin nya bisa marah jika budget dilanggar.
Kamis, 12 Agustus 2010
ITULAH OKENYA BANDREK
ITULAH OKENYA BANDREX
Laba Di Tanah
Saya punya seorang sales bernama kang Dede. Hobbynya aneh, yaitu pagi siang malam minum bandrex. Karena itulah minuman favoritnya. Pernah disebuah panas yang terik, saat biasanya orang memilih minum es, dia tetap memilih bandrex. Saat saya tanya kenapa panas terik tetap minum bandrex, sambil terkekeh dia menjawab; ITULAH OKENYA BANDREX, BISA DIMINUM KAPAN SAJA ...
Dasar Si Dede !!
Dede sedang saya beri tugas memasarkan KOKOST (toko - rumah kost) yaitu sebuah bangunan yang terdiri atas 1 toko menghadap kedepan dan dibelakangnya memiliki 4 kamar kost. Lokasinya di jln Pelita Gedanganak UNGARAN Kab. Semarang. Hanya 6 unit, harga 255 jt. Hanya berjarak 200 m dari kawasan industri yang padat.
Suatu sore dengan nada riang Si Dede menelpon; Lapor Gan, closing 1 unit. Tapi harganya saya kurangi 49,5 juta. Sehingga harga transaksi 205,5 jt.
Sejuta topan badai. Mana bisa diskon sebesar itu?? Saya kaget mendengar laporan Dede.
Dede menjelaskan;
Begini Gan, ada pembeli yang tak mau bisnis rumah kost, dia cuma minat tokonya saja. Jadi dia minta 4 kamar kost dibelakang dihilangkan supaya harganya berkurang.
Saya tadi mencoba kontak juragan, tapi tak diangkat. Saya tahu juragan sedang menjadi pembicara seminar di Solo. Makanya saya mengambil keputusan sendiri, tak mau kehilangan momentum.
Saya tahu juragan penganut pakem KITA PENGEMBANG BUKAN KONTRAKTOR, yang mencari laba dari tanah, bukan bangunan. Artinya berapapun luas bangunan, laba tetap. Diperkecil atau diperbesar, laba tidak terganggu.
Makanya saya hitung luasan bangunan yang berkurang adalah = 4 kamar kost x 2,75 m x 3 m x Rp 1,5 jt/m2. Total pengurangan = Rp 49,5 jt itu.
Artinya saya jual bangunan toko saja seharga 205,5 jt. Harga lebih rendah, laba tidak terpengaruh. Modal kerja bangunan malah lebih kecil, kata Dede menjelaskan.
Wow, kamu pinter juga Dede. Kata saya memuji sales penyuka bandrek ini. Kemudian saya tambahkan; ITULAH OKENYA MEMBEBANKAN LABA DI TANAH, BISA DIPERKECIL ATAU DIPERBESAR LUASANNYA BERAPA SAJA, HEHE ..
Laba Di Tanah
Saya punya seorang sales bernama kang Dede. Hobbynya aneh, yaitu pagi siang malam minum bandrex. Karena itulah minuman favoritnya. Pernah disebuah panas yang terik, saat biasanya orang memilih minum es, dia tetap memilih bandrex. Saat saya tanya kenapa panas terik tetap minum bandrex, sambil terkekeh dia menjawab; ITULAH OKENYA BANDREX, BISA DIMINUM KAPAN SAJA ...
Dasar Si Dede !!
Dede sedang saya beri tugas memasarkan KOKOST (toko - rumah kost) yaitu sebuah bangunan yang terdiri atas 1 toko menghadap kedepan dan dibelakangnya memiliki 4 kamar kost. Lokasinya di jln Pelita Gedanganak UNGARAN Kab. Semarang. Hanya 6 unit, harga 255 jt. Hanya berjarak 200 m dari kawasan industri yang padat.
Suatu sore dengan nada riang Si Dede menelpon; Lapor Gan, closing 1 unit. Tapi harganya saya kurangi 49,5 juta. Sehingga harga transaksi 205,5 jt.
Sejuta topan badai. Mana bisa diskon sebesar itu?? Saya kaget mendengar laporan Dede.
Dede menjelaskan;
Begini Gan, ada pembeli yang tak mau bisnis rumah kost, dia cuma minat tokonya saja. Jadi dia minta 4 kamar kost dibelakang dihilangkan supaya harganya berkurang.
Saya tadi mencoba kontak juragan, tapi tak diangkat. Saya tahu juragan sedang menjadi pembicara seminar di Solo. Makanya saya mengambil keputusan sendiri, tak mau kehilangan momentum.
Saya tahu juragan penganut pakem KITA PENGEMBANG BUKAN KONTRAKTOR, yang mencari laba dari tanah, bukan bangunan. Artinya berapapun luas bangunan, laba tetap. Diperkecil atau diperbesar, laba tidak terganggu.
Makanya saya hitung luasan bangunan yang berkurang adalah = 4 kamar kost x 2,75 m x 3 m x Rp 1,5 jt/m2. Total pengurangan = Rp 49,5 jt itu.
Artinya saya jual bangunan toko saja seharga 205,5 jt. Harga lebih rendah, laba tidak terpengaruh. Modal kerja bangunan malah lebih kecil, kata Dede menjelaskan.
Wow, kamu pinter juga Dede. Kata saya memuji sales penyuka bandrek ini. Kemudian saya tambahkan; ITULAH OKENYA MEMBEBANKAN LABA DI TANAH, BISA DIPERKECIL ATAU DIPERBESAR LUASANNYA BERAPA SAJA, HEHE ..
Rabu, 11 Agustus 2010
MENGURAS KOLAM RENANG
MENGURAS KOLAM RENANG
Budget Pembuatan Kolam Renang
Pernah kejadian dalam sebuah rapat sosialisasi pelaksanaan proyek di Kampoeng Semawis Semarang kisaran 2,5 tahun yang lalu, ada warga yang menentang rencana pembangunan waterpark milik kami. Alasannya? Warga takut aktivitas kami 'menguras air kolam' yang rutin dilakukan setiap minggunya akan mengakibatkan saluran air di kampung mereka yang kami lewati meluap dan banjir.
Hehe .. Saya tersenyum saja mendengarnya. Mereka pikir kolam renang jaman sekarang ini mirip kolam renang tempoe doeloe yang setiap minggu dikuras dan dibuang airnya, supaya bersih setelah digantikan air yang baru.
Kolam renang jaman sekarang tak ada cerita membuang air dan menguras kolam. Yang ada justru setiap minggu menambah volume air kolam kisaran 10% karena air menguap akibat pemanasan matahari. Sedangkan air yang sudah ada dilakukan treatment sirculation, dan ditaburi zat aditif.
Kenapa ada pendapat warga seperti itu? Akibat KETIDAK TAHUAN.
Sekarang ayo membicarakan (mungkin) KETIDAK TAHUAN kita.
Menyangkut kolam renang jangan jangan anda sebagai pengembang juga takut membuat kolam renang karena anda berpikir membangun kolam renang didalam komplek perumahan yang anda kembangkan memakan budget besar?
Sebenarnya tidak lho.
Membangun kolam renang ukuran mini hanya membutuhkan lahan seluas 15 m x 20 m = 300 m2 dengan budget sbb;
KOLAM RENANG
Kedalaman 120 cm
Ukuran 6 m x 15 m = 90 m2
Harga @ Rp 2,5 jt/m2
Total = 225.000.000
POOL DECK
Selebar 2 m disepanjang tepian kolam mengelilingi kolam.
Volume 100 m2 @ 100.000/m2
Total = 10.000.000
KAMAR GANTI / WC
Ukuran 2 m x 4 m = 8 m2
Harga @ 2 jt/m2
Total = 16.000.000
SHOWER BILAS (outdoor)
1 set = 2.400.000
POS JAGA (R. PENGELOLA)
Ukuran 2 m x 4 m = 8 m2
Harga @ 1,5 jt
Total = 12.000.000
PAGAR KELILING (Roaster
Volume 68 m1 x 300.000
= 20.400.000
LANSEKAP
Volume 92 m2 @ 100.000
= 9.200.000
PERLENGKAPAN LAIN LAIN
Asumsi = 5.000.000
TOTAL BUDGET = Rp 300.000.000
Tidak mahal bukan? Cuma 300 juta saja anda sudah bisa mendapatkan sebuah kolam renang mini di komplek perumahan anda.
Biaya maintenance (penjaga, listrik, obat2an) perbulan kisaran Rp 5 jt. Silahkan dianggarkan.
Lahan luasan berapa yang cukup ideal untuk membangun kolam renang? Cukup 1,5 ha saja sudah layak lho ..
Senin, 09 Agustus 2010
SET UP YOUR TEAM
SET UP YOUR TEAM
Kenapa mesti pusing?
Membentuk tim yang solid dan qualified untuk menjadi pasukan tangguh di bisnis properti yang anda kembangkan sangat mudah caranya.
Siapkan personilnya, kami gembleng secara intensif, dan kami kembalikan kepada anda dalam kondisi SIAP PAKAI.
Tugas anda cuma menunjukkan dimana tempat karaoke terdekat saja supaya para trainer bisa refreshing dimalam harinya, hehe ...
Paket SET UP YOUR TEAM
Brand Promise;
Pimpinlah dengan OTAK KANAN
Manajemenkan dengan OTAK KIRI
Biaya : Rp 15.000.000 (nett)
Harga promo untuk deal di bulanJanuari 2012
Waktu ; 3x Week End
Sabtu - Minggu (I)
Sabtu - Minggu (II)
Sabtu - Minggu (III)
Untuk kondisi tertentu (luar Jawa) bisa juga setiap kedatangan langsung 3 hari, jadi terbagi dalam 2x (Jumat - Sabtu - Minggu)
KEWAJIBAN ;
Menyiapkan 2 personil divisi TEKNIK
Menyiapkan 2 personil divisi KEUANGAN
Menyiapkan 2 personil divisi MARKETING
Menyiapkan sebanyak-banyaknya SALES FORCE
Menyiapkan akomodasi hotel (twin) untuk 2 malam untuk 2 orang trainer setiap week end.
Menyiapkan tiket pesawat PP untuk 2 trainer selama 3x week end jika diluar kota atau 2x jika luar pulau. Homebase trainer adalah Jakarta dan Semarang.
Menyiapkan tempat untuk pelaksanaan training, serta konsumsinya (1x makan siang, 2x coffee break)
Menyiapkan 2 set komputer untuk peserta training dan 1 printer.
GAMBARAN UMUM MATERI
Week End I
SABTU :
Administrasi Pemasaran (SPKB, SKJB, Peralihan Hak, Pembatalan, Permohonan Khusus, Order AJB, pengarsipan riwayat di Buku Induk)
Administrasi KPR (cara menghitung bunga dan angsuran, pengumpulan berkas, simulasi wawancara KPR, make over rekening debitur)
Surat Order Mambangun
Mengurus MoU KPR dengan bank
Week End I
MINGGU :
Teknik Promosi dan Publikasi (membuat flyer, spanduk, iklan di koran dll), panduan memilih selling point secara tepat.
Strategi (Segmentasi, Targeting, Positiong) dan Taktik Pemasaran (Product, Price, Place, Promotion)
Selling Skill (menjual secara konsultatif)
Week End II
SABTU
Prosedur administrasi penerimaan
Prosedur administrasi pengeluaran
Pencatatan bank, kasbank, buku besar, jurnal, kartu anggaran, buku kasbon.
Week End II
MINGGU
Mencatat dan mengelola Piutang
Mencatat dan mengelola Hutang
Mencatat dan melaporkan Pajak
Membuat neraca laba rugi sederhana
Week End III
SABTU
Mengajukan kredit konstruksi ke bank
Menyiapkan dokumen perencanaan
Menentukan spesifikasi bangunan
Mencari kontraktor dan bernegoisasi dengan kontraktor
Membuka SPK (surat perintah kerja)
Mengopname Progres Pekerjaan
Week End III
MINGGU
Pengendalian Mutu
Pengendalian Waktu
Pengendalian Biaya
Lain lain;
Perijinan, Legal, Estate
KETERANGAN ;
Kami bisa customize sesuai kebutuhan klien. Apa yang anda perlukan, kami bisa sajikan. Karena kami punya PENGALAMAN.
Hubungi ;
0878 32511888
Minggu, 08 Agustus 2010
KAMI BUKAN HOMO
KAMI BUKAN HOMO
Surat Order Membangun
Di sebuah hotel di Kota KEDIRI. Bangun pagi perut lapar. Setelah mandi, kami bertiga turun ke resto untuk breakfast. Kami benar benar kelaparan ...
Saat mau masuk resto, kami sebutkan no kamar kami. Tapi kami terkejut saat dikatakan bahwa cuma 2 orang yang boleh masuk, 1 orang tidak terdaftar.
Lha bukannya kalau ektra bed juga dapat breakfast? Tanya saya komplain.
Iya betul, ektra bed dapat hak breakfast. Masalahnya di kamar bapak tidak tercatat ada pemakai ekstra bed, jawab mbak penjaga dengan mencoba tersenyum manis. Tapi senyumnya tak mampu meruntuhkan hatiku. Saya tetap komplain.
Piye sih mbak? Lha wong teman saya ini memang semalam tidur bertiga di kamar kami kok ektra bed nya tidak diakui. Yang antar ektra bed ke kamar memangnya siapa? Tak mungkin 1 bed ukuran 120 cm untuk berdua. Kami bukan homo mbak, hehe ...
Begini deh mbak, tak masalah kalau ektra bed kami tidak diakui. Artinya orang ke 3 boleh kena charge untuk breakfast di resto ini. Tapi ingat ya, kami tak mau kena charge tambahan ektra bed, kata saya sambil senyum senyum. Kami bertiga dengan santai masuk ke resto.
Mbak penjaganya agak bengong. Dan kami lihat kemudian dia sibuk berkoordinasi via telepon.
Saat kami bertiga asyik sarapan, dia mendekat ke meja kami, lalu berkata; Maaf sebelumnya pak, setelah kami cek ternyata benar ada tambahan ekstra bed di kamar bapak. Jadi teman bapak free makan pagi karena berhak untuk mendapatkan itu. House Keeping tidak koordinasi dengan FB (food beverage). Maaf pak.
Nah lo?? Siapa yang salah non??
Jadi ingat 5 tahun yang lalu di salah satu proyek saya ada kasus konsumen sudah akad kredit, dan dijanjikan serah terima bangunan 6 bulan berikutnya. Saat sudah 5 bulan sejak akad kredit dan konsumen iseng nengok kavlingnya, konsumen marah-marah karena pondasi rumahnya belum digali sama sekali.
Kami kalang kabut. Antar divisi saling menyalahkan. Saling tuding siapa yang salah sehingga lalai membuka SPK bangunan untuk unit tersebut. Buru buru kami buka SPK untuk target penyelesaian 2 bulan. Pastinya telat STB.
Setelah itu kami rapat koordinasi dan mencoba membuat sisdur yang lebih baik. Kemudian muncul yang namanya SURAT ORDER MEMBANGUN. Ini adalah form yang mesti dibuat oleh staf KPR (cq. Div. Keuangan) ke divisi Teknik, supaya segera memulai pembangunan sebuah unit rumah setelah dilakukan akad kredit.
Dengan SOM ini diharapkan tidak akan terjadi kelalaian lagi yang berakibat keterlambatan penyerahan bangunan kepada konsumen. Karena antar divisi saling mengingatkan dan berkoordinasi.
Kata kuncinya; KOORDINASI.
Lakukan koordinasi lintas divisi supaya tidak terjadi miskomunikasi.
Langganan:
Postingan (Atom)






