Tampilkan postingan dengan label Promosi Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promosi Kreatif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2012

MODAL JEMPOL DOANG


MODAL JEMPOL DOANG
Promosi Kreatif

www.JinProperti.com - Beriklan di jaman sekarang ternyata tak semuanya harus berbayar. Banyak gadget kita yang dilengkapi fitur beriklan gratis. Di social media juga kita bisa beriklan gratis tanpa biaya.

Meskipun gratis, jika kita beriklan tanpa sentuhan kreativitas dan sedikit teori beriklan, bisa saja hasilnya sia-sia alias tidak efektif. Yang melihat iklan kita tidak tertarik untuk membacanya sehingga konten yang kita publikasikan tidak sampai ke calon pembeli.

Saya baru saja menyebarkan pesan broadcast ke seluruh nama contact yang ada di BB saya (800 lebih daftar contact). Bunyinya seperti ini;

Gratis blackberry baru type Armstrong bagi anda http://j.mp/PY7AHn

Iklan sederhana dan pendek karena hanya terdiri atas sebaris kalimat. Juga tidak keluar biaya 1 sen pun. Modal jempol doang. Hasilnya? Ada kisaran 50 - 60 orang yang merespon. Seru sekali.

Ada yang memaki sambil bergurau karena merasa kena jebakan batman, ada yang ngakak-ngakak, ada yang acung jempol karena terkesan dengan kreativitas materi broadcast, dan ..... ada 11 orang yang minta dikirimi brosur.

Saya sengaja memilih kalimat yang menimbulkan penasaran, yaitu; "Gratis blackberry baru type Armstrong bagi anda." Siapa sih yang tak tertarik dapat BB gratis seharga 2 jutaan tersebut?

Disitu ada link nya. Bagi yang penasaran dengan penawaran BB gratis, pasti deh mencoba buka link. Padahal disitulah letak jebakan batmannya. Link itu mengarah ke blog saya yang memuat materi promosi proyek PAPI (PAnorama meraPI) di Magelang.

Paragraf pertama sampai dengan paragraf ke 11 semua berisi soal konten promosi. Soal lokasi, soal fasilitas, soal benefit dll. Pembaca yang mencari-cari info soal BB gratis pasti gemas dimanakah info soal BB gratis tersebut. Sudah kepalang basah, akhirnya merekapun melanjutkan membaca sampai tuntas. Dan ini berarti semua konten promosi yang kami buat terdelivery kepada pembacanya.

Baru di alinea no 2 dari bawah, ada kalimat seperti ini; "Untuk 5 pembeli pertama tersedia hadiah langsung berupa 5 BB type Amstrong." Itu adalah guyuran air hujan untuk panas terik sepanjang hari. Rasa penasaran pembaca terjawab sudah. Rupanya yang dapat BB gratis hanya untuk 5 pembeli pertama saja.

Apakah mereka kesal? Haha .. Memang gue pikirin? Mungkin saja kesal. Tapi yang jelas saya tidak menipu mereka, karena nyata-nyatanya benar ada hadiah BB gratis meski bersyarat.

Kalau bukan dengan trick jebakan batman model beginian, memang seberapa banyak orang yang mau membaca broadcast anda?

Iklan broadcast via BB memang gratisan. Modal jempol doang. Tapi tanpa sentuhan kreativitas dalam seni marketing, niscaya hasilnya tak akan seefektif yang anda harapkan.

Minggu, 08 April 2012

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

AriWibowoJinProperti.blogspot.com - Jika anda membawa mobil dan memasuki kota Semarang khususnya diseputar kawasan Simpang Lima, jangan heran jika disebuah traffic light akan dijumpai seseorang yang secara khusus memohon kaca jendela mobil anda untuk dibuka, dan kemudian menyerahkan 1 leaflet berisi promo produk makanan lumpia, yang merupakan makanan khas kota semarang.

Lumpianya adalah produk brand tertentu, yang alamatnya di jalan Gajahmada Semarang. Leafletnya ukuran 1/3 kwarto, kertasnya agak tipis, full colour, dan mempromosikan makanan lumpia dengan berbagai citarasa.

Sudah setahun lebih promosi membagikan leaflet di traffic light tersebut mereka lakukan, dan masih terus dilakukan. Bagi warga kota Semarang bahkan sudah hafal dengan aktivitas tersebut. Bahkan di dashboard mobil saya secara khusus saya simpan 1 leaflet lumpia, sehingga ketika petugas pembagi leaflet lumpia tersebut datang menghampiri, maka leaflet lumpia tersebut saya acung-acungkan sebagai respon bahwa saya tak perlu diberi lagi.

Luar biasa ya? Saya rela menyimpan 1 leaflet di dashboard mobil sekedar untuk merespon aksi pembagian leaflet lumpia di traffic light. Jadi di otak saya sudah hafal banget bahwa yang membagi-bagikan leaflet di traffic light seputaran Simpang Lima itu adalah toko lumpia. Tempat pembagian berpindah pindah, mulai dari jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, atau jalan Gajah Mada. Semua diseputar Simpang Lima.

Sobat properti, promosi membagikan leaflet bukanlah aktivitas promosi berbudget mahal. Jika cetak 1 rim leaflet biayanya Rp 350.000, kita sudah mendapatkan 3 x 500 = 1500 lembar leaflet ukuran 1/3 kwarto. Kalau dalam sehari targetnya membagikan 1000 leaflet maka dalam 1 bulan diperlukan 30.000 leaflet dengan biaya cetak Rp 7.000.000. Ditambah honor pembagi leaflet dengan asumsi Rp 1.000.000 sebulan, maka total budget sebulan untuk promosi membagi leaflet ini memakan budget Rp 8.000.000,-

Jangan remehkan promosi yang sepertinya ecek-ecek dan kurang bonafid ini. Buktinya saya bukan sekedar tahu persis apa produk dan brand yang dipromosikan, bahkan sampai-sampai saya mengenali cara promosinya. Jadi otak saya merekam brand, merekam produk lumpia, dan merekam cara promosi membagi-bagikan leaflet di traffic light tersebut.

Cara ini pernah saya coba dan efektif. Kuncinya cuma ada 2, yaitu jangan dilakukan secara sporadis dan temporary, dan jangan diserahkan kepada tenaga part timer.

Maksudnya, jangan cuma melakukan selama 3-4 hari saja dan setelah itu berhenti. Tapi lakukanlah secara kontinyu dan periodik (misal; 1 bulan penuh), mulai jam 07.00 s/d 19.00. Dengan cara itu penyebaran akan merata karena secara teori kemungkinan (probability) kita hanya mencari kesempatan 1 orang melewati sebuah titik tertentu atau ruas jalan tertentu, minimal 1x dalam sebuah bulan berjalan, maka dia akan mendapat informasi mengenai produk kita.

Dan jangan dilakukan secara serabutan dengan membayar seseorang yang tak bisa dipegang tanggung-jawabnya. Misal; anda comot pengamen atau pedagang asongan atau tukang parkir, dan memberikan mereka segepok leaflet untuk dibagikan. Pada saat anda mengulurkan ongkos membagi leaflet, mereka akan menerimanya. Pada saat anda masih berada disitu dan mengawasi kinerja mereka, mereka akan mengerjakan tugasnya. Tapi siapa yang berani menjamin mereka tetap bekerja sesuai order pada saat anda sudah pergi? Bisa-bisa sisa segepok leaflet dimasukkan tong sampah, dan itu artinya anda membuang biaya sia-sia.

Saya menyarankan anda memakai tenaga honorer tetapi sudah  memiliki kontrak kerja untuk waktu tertentu dengan perusahaan anda. Minta mereka memakai uniform (seragam) yang mengekspos produk dan brand anda, dan tugaskan mereka di titik traffic light yang strategis. Kalau perlu di leaflet tersebut ada stempel atau tanda khusus, yang akan dikenali jika si penerima leaflet datang ke kantor pemasaran membawa leaflet bertanda khusus tersebut.

Buatlah aturan main bahwa jika ada seorang konsumen yang datang ke kantor pemasaran sambil membawa leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, maka ada extra bonus untuk petugas pembagi leaflet (misal) Rp 2.500 per konsumen yang datang ke kantor pemasaran. Ini adalah cara untuk memotivasi pembagi leaflet agar membagikan tugasnya dengan benar dan efektif.

Oh ya, jika ternyata aktivitas ini terpantau oleh petugas Dispenda dan kemudian anda diminta membayar retribusi iklan dan melakukan perforasi untuk setiap lembar leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, silahkan anda penuhi aturan tersebut. Anda jangan meniru kebiasaan buruk saya yeah? Yaitu hanya melakukan perforasi ke sejumlah kecil leaflet saja, padahal yang dibagikan jumlahnya banyak.

Demikian artikel ini saya tulis, karena saya sendiri menganggap cara promosi ini efektif dan recommended. Cukup dilakukan 1 bulan saja, tak perlu kontinyu sepanjang tahun seperti yang dilakukan toko lumpia di Semarang. Selamat mencoba !!

Senin, 26 Maret 2012

LARISSA RIQUELME SIAP BUGIL

LARISSA RIQUELME SIAP BUGIL

Trick Promosi Efektif

AriWibowoJinProperti.blogspot.com - Pada saat pagelaran World Cup 2010 yang lalu di Afsel, ada seorang model montok bernama Larissa Riquelme asal Paraguay yang mendadak ngetop karena nadarnya mau lari bugil jika Paraguay menjadi juara dunia. Dia juga rajin nonton pertandingan dengan baju 1/2 terbuka, dan HP nya diselipkan di belahan dadanya yang menggunung. Sontak foto dia laris manis di dunia maya.

Larissa kali ini membikin nadar lagi, bahwa dia mau lari telanjang alias bugil jika El Salvador lolos kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brazil. Nadar yang bikin orang penasaran. Siapa sih yang tak ingin melihat wanita semolek dan semontok Larissa lari bugil di jalanan?
Tapi itu semua cuma mimpi di siang bolong. Berharap El Salvador lolos Piala Dunia itu sama saja bermimpi timnas Indonesia jadi juara Asian Games. Probabilitynya kecil. Demikian juga berharap Paraguay juara dunia juga minpi karena tim tersebut sudah terhenti di perdelapan final.

Yang pinter justru Larissa Riquelme. Namanya ngetop dan jadi perbincangan banyak orang. Diberitakan banyak media. Tapi sejatinya tubuhnya yang montok dan molek tak akan pernah bisa disaksikan bugil secara gratis oleh siapapun.

Sobat properti, trick ala Larissa dengan nadar bugilnya mungkin bisa kita terapkan dalam teknik promosi kita. Ciptakan mimpi, jadikan selling point untuk mendapatkan publisitas luar biasa di publik, dan mendongkrak tingkat awareness produk kita. Padahal mimpi itu sulit sekali diwujudkan.

Jika anda bingung, ini ilustrasinya dan tahapannya;

Tambahkan terlebih dahulu budget gimmick Rp 3 juta/unit.

Buat strategi promo seperti ini;

BELI RUMAH HADIAH MOBIL

Jika yang anda jual sekedar RSH plus yang harga jualnya dibawah 100 juta, tetapi menawarkan gimmick mobil yang pasti dipahami berharga diatas 100 juta, jelas akan menimbulkan rasa penasaran calon konsumen. Dan rasa penasaran itu menuntun mereka untuk menelpon atau datang langsung ke kantor pemasaran.

Jika nantinya mereka datang, maka penjelasannya seperti ini;

Hadiah mobil hanya tersedia apabila dalam periode penjualan di bulan tertentu (misal; April - Mei 2012) angka penjualan mencapai minimal 50 unit. Jika mencapai minimal 50 unit, maka semua daftar pembeli akan dicatat datanya sebagai peserta undian dan akan dirilis datanya secara resmi di website tertentu.

Dalam waktu 6 bulan kedepan (31 Oktober 2012) akan diverifikasi apakah data pembeli di periode April - Mei 2012 berlanjut s/d akad kredit atau tidak. Jika yang berlanjut sampai akad kredit mencapai minimal 50 konsumen, maka undian hadiah mobil akan dilakukan.

Jika hasil verifikasi menunjukkan yang berlanjut sampai akad kredit tak mencapai 50 orang, maka undian hadiah mobil tidak jadi dilakukan. Sebagai kompensasinya, semua pembeli yang sudah berlanjut sampai dengan akad kredit diberi bonus cashback Rp 3 juta.

Nah, strategi itu cukup menarik dan ideal bukan? Itu seperti menjual mimpi, tapi kita jadi punya selling point yang menggigit. Padahal anda tahu dalam waktu 2 bulan jualan 50 menit itu cukup berat atau bahkan mustahil. Seandainya tercapai sekalipun, apakah 50 pembeli itu bisa berlanjut semua sampai akad kredit juga belum tentu. Kemungkinan ada yang rontok (batal) sebelum akad kredit.

Andai tak terjadi pengundian hadiah mobil, kekecewaan konsumen juga ada kompensasinya karena diberi cashback Rp 3 juta/konsumen. Masih lebih fair anda yang tak mengundi mobil tapi memberi cashback, ketimbang Larissa yang tak jadi lari bugil tanpa kompensasi apapun. Mestinya lari dengan sebelah bra terbuka ya? Hahaha ....

Berani coba strategi diatas?
Beli rumah hadiah mobil.
Bonusnya direktur lari bugil.
*) syarat ketentuan berlaku