Minggu, 29 Januari 2012

BIRO PEREKRUTAN SELIR


SELIR RECRUITMENT MANAGEMENT

Alkisah saat itu negeri Cina sedang diperintah oleh Kaisar Yuan, yang memiliki lembaga bernama Selir Recruitment Management (SRM) yang bertugas merekrut wanita-wanita cantik di negeri Cina untuk dijadikan selir Kaisar dan dikumpulkan di tempat khusus bernama Harem Village Centre.

Mengingat waktu itu belum ada teknologi foto, maka SRM menugaskan seorang seniman yang bertugas melukis semua selir-selir yang akan menjadi koleksi Kaisar Yuan, dan lukisan karya seniman itulah yang dipajang di sebuah gallery yang sering ditengok oleh Kaisar Yuan kala sedang mencari teman bercengkerama.

Menurut kabar burung, ada kisaran 1100 selir yang sudah menjadi koleksi Kaisar. Dan 1100 lukisan selir itu terpampang di galery istana. Kebiasaan yang berlaku pada saat prosesi pelukisan, si selir memberikan uang suap kepada pelukis supaya wajahnya dibuat cantik jelita di kanvas lukisan, yang mampu memikat hati Kaisar Yuan dan mendapat giliran bercengkerama.

Ada seorang selir bernama Wang Zhang Jun yang tidak mau menyuap sama sekali sehingga sang pelukis membuat gambar asal-asalan dan wajah Wang Zhang Jun nampak kusam tidak menarik. Saat lukisan wajahnya yang terpajang di gallery dilihat Kaisar Yuan, pastinya tak pernah mampu menarik gairah Kaisar dan selalu dilewati begitu saja.

Sampai suatu ketika negeri Cina punya agenda meningkatkan hubungan persahabatan dengan negeri Mongol yang ditandai dengan program tukar menukar selir. Dan entah kenapa, Kaisar memilih Wang Zhang Jun yang di lukisan selalu nampak kusam sebagai obyek pertukaran selir. Mungkin Kaisar Yuan berpikir ketimbang ada selir tak pernah dapat giliran bercengkerama dengannya mending diberikan pada Raja Mongol saja.

Saat upacara penyerahan sedang dilakukan dan Wang Zhang Jun yang sudah didandani akan dikirimkan ke negeri Mongol, bukan main terkejutnya hati Kaisar saat melihat muka Wang yang cantik jelita dan wajahnya bercahaya bagaikan bidadari. Tubuhnya sintal dan sexy sekali. Beda bumi dan langit dengan wajah kusam yang sering dilihatnya di kanvas lukisan. Kaisar sangat menyesal, tapi nasi sudah menjadi bubur. Wang Zhang Jun tetap direlakan menjadi persembahan bagi Raja Mongol.

Setelah itu murkalah Kaisar kepada seniman yang bertugas melukis wajah selir selirnya. Kenapa Wang Zhang Jun yang cantik jelita malah nampak kusam tak menarik, sementara banyak selir lain yang nampak cerah di lukisan, justru aslinya tak seindah lukisannya. Terbongkarlah kasus suap menyuap yang dilakukan para selir kepada seniman pelukis dan akhirnya Kaisar Yuan menjatuhkan hukuman kepada sang pelukis.

* * *

Sobat properti, mungkin anda merasa malas turun ke lapangan di proyek properti anda karena takut tersengat sinar matahari atau kena debu, apalagi jika skala proyek kita seluas belasan atau puluhan hektar, sehingga terkadang ketika memverifikasi progres fisik lebih senang mengandalkan foto-foto yang dikirimkan oleh anak buah kita ketimbang survei faktual di lapangan. Apalagi kita hidup di jaman serba canggih yang bisa dibantu oleh perangkat teknologi dan gadget.

Padahal tak selamanya laporan itu riil. Terkadang ada aksi tipu-tipu dan rekayasa yang dilakukan staf di lapangan untuk kepentingan tertentu. Umumnya adalah konspirasi dengan kontraktor untuk lakukan mark up progres fisik, supayar bisa klaim tagihan lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan atau menagih lebih besar dari progres yang dikerjakan.

Sebungkus rokok dan teh botol dingin terkadang mampu menggoyahkan iman pengawas lapangan kita untuk merekayasa berita acara pemeriksaan pekerjaan. Nyanyi bareng sambil dipeluk pemandu karaoke selama 2 jam terkadang mampu membuat manager teknik (produksi) bersedia tanda tangan berita acara pemeriksaan pekerjaan yang dibuat pengawas lapangan kita sambil merem.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil? Apakah kita perlu turun ke lapangan memakai sepatu boot dan topi proyek seminggu sekali untuk melakukan survey on the spot? Ah, itu sih lebay. Kita diajarkan untuk berani melakukan delegasi. Tugas untuk itu sudah kita pasrahkan kepada pengawas lapangan. Masih pula diback-up dengan Manager Produksi (Teknik) diatasnya. Tak perlu kita turun langsung mengecek secara detail progres fisik di lapangan.

Yang perlu kita lakukan adalah melakukan survei secara sampling dan pakai asumsi kasar. Dilakukan saat laporan berita acara pemeriksaan pekerjaan kita terima, dan tagihan pembayaran termyn sudah dimasukkan oleh kontraktor. Tak perlu masuk satu demi satu ke rumah yang sedang dibangun, tapi cukup dari dalam mobil dan berhenti sesekali di tiap blok. Progres dari 1 SPK (surat perintah kerja) yang sama biasanya juga rata-rata sama progresnya.

Misalkan kita dapat laporan bahwa progres fisik sudah 25%, setidaknya kita melihat di lapangan pelaksanaan sudah sampai ke tahapan pasangan kusen dan pasangan batu batanya sudah setinggi minimal 2 meter.

Misalkan kita dapat laporan bahwa progres fisik sudah 50%, setidaknya kita melihat bahwa ring balok sudah selesai dan rangka atap sudah mulai dikerjakan.

Misalkan kita dapat laporan bahwa progres fisik sudah 75%, setidaknya kita melihat bahwa penutup atap sudah terpasang, dan semua dinding sudah diplester aci meski masih berwarna hitam gelap karena belum dicat.

Jika kita tahu asumsi kasar progres fisik bangunan, maka kemungkinan besar kejadian mark up progres fisik di lapangan sulit terjadi. Dengan habit kita yang secara periodik tetap melakukan survei sampling sendiri di lapangan, juga mengurangi kemungkinan terjadinya kolusi antara staf kita dengan kontraktor.

Diluar skill diatas, yang lebih penting sebenarnya adalah menanamkan integritas dan kejujuran kepada semua personil di organisasi proyek kita, supaya mereka bekerja secara profesional tanpa ada titipan kepentingan apapun dari pihak luar. Jangan sampai terjadi kasus seperti kisah selir dan seniman pelukis dalam narasi diatas. (25DCAE68)

TOWN HOUSE 0 KM


TOWN HOUSE 0 KM
Prestige Is Yours

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Senang hati saya mendengar bulan September 2012 mendatang di Indonesia segera akan dibuka Akademi Sepakbola Barcelona. Ini akademi sepakbola dengan kurikulum hebat yang telah menghasilkan bintang-bintang sepakbola dunia seperti Lionel Messi yang bergaji Rp 4 milyar per pekan. Kalau anda ingin menjadikan anak anda sebagai pesepakbola profesional, daftarkan saja kesitu.

Tapi jangan kaget soal biayanya. Berapa? Rp 10 juta/bulan. Wow, orang tua level apa yang sekedar biaya sekolah sepakbola anaknya saja rela merogoh kocek Rp 10 juta/bulan? Perkiraan saya pasti income ortunya kisaran Rp 75 - 100 juta/bulan, selain karena bapaknya memang 'gila bola'. Di negeri ini penghasilan sebesar itu adalah milik para pengusaha (bukan karyawan atau pegawai biasa).

Pertanyaannya adalah; seberapa banyak pengusaha yang merelakan anak laki-lakinya menekuni karir sebagai pesepakbola profesional? Karena kemungkinan yang terjadi cenderung mengarahkan si anak juga terjun menjadi pengusaha. Meski kalau si anak benar-benar punya talenta bisa saja nanti akan berkembang sebagai pesepakbola profesional yang bergaji milyaran Rupiah. Tetapi belum ada contoh kasus di Indonesia yang pemainnya sukses bergaji miliaran Rupiah per pekan atau per bulan. Yang ada baru 1 Milyar lebih sedikit untuk kontrak 1 musim kompetisi.

* * *

Sobat properti, Akademi Sepakbola Barcelona yang akan buka kelas di Jakarta rupanya memakai 'strategi harga premium', yaitu memasarkan sebuah produk berkualitas prima yang didukung jaringan global milik Barcelona, tapi dengan harga yang juga prima. Saya yakin pricing strategy ini bukan sebuah 'accident' tapi sudah melalui tahapan riset pemasaran.

Mereka yakin ada ratusan keluarga tajir (baca; kaya raya) di Indonesia yang gila bola dan ingin anaknya sukses berkarir sebagai pesepakbola profesional. Yang jika sukses memang akan mendapatkan popularitas tingkat tinggi serta kesejahteraan diatas rata-rata. Selama ini segmen market ini terselip karena fakta di Indonesia menunjukkan bahwa pemain-pemain nasional Indonesia justru berasal dari keluarga sederhana yang dibesarkan oleh alam dan modal terbesarnya adalah talenta bawaan yang mereka miliki. Jadi mereka 'DILAHIRKAN' sebagai pesepakbola dengan bakat alam.

Sementara Akademi Sepakbola Barcelona akan 'MENCIPTAKAN' pesepakbola handal melalui program-program yang pragmatis dan terstruktur rapi. Tanpa bakat khusus sekalipun, akademi punya metode bagus untuk menanamkan semua skill bermain sepakbola kepada siswa akademi. Apalagi jika siswanya punya bakat super, pastinya bakal jadi pemain hebat.

Ini adalah sebuah pricing strategy yang berani; menjual paket akademi sepakbola dengan biaya Rp 10 juta/bulan di Indonesia. Ini adalah sebuah antithesis; mencari bibit pemain sepakbola bukan seperti umumnya dari kalangan keluarga tidak mampu, tapi justru menyasar anak laki-laki dari keluarga yang mampu. Membayar Rp 10 juta/bulan hanya sanggup dilakukan oleh keluarga mampu saja.

Kita terbiasa disuguhi cerita pemain sepakbola top Indonesia yang masa kecilnya belajar menendang bola pakai kaki telanjang, dan membeli sepatu bola saja mesti menabung berbulan bulan. Tapi sebentar lagi kita akan bisa melihat ada siswa akademi sepakbola yang diantar jemput pakai mobil mewah, punya gadget canggih, dan punya sekian pasang sepatu bola merk terkenal.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kasus diatas? Ternyata ada niche market yang terkadang terselip dan luput dari bidikan kita sebagai produsen. Tapi secara riil mereka ada dan jika kita menyodorkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, maka produk yang kita pasarkan langsung disambar oleh mereka.

Ada banyak apartemen mewah berharga miliaran Rupiah di Jakarta, yang penghuninya menikmati layanan privacy tingkat tinggi. Pakai lift khusus, dan apartemennya dilengkapi acces card yang hanya memungkinkan lift berhenti di lantai khusus tempat tinggal penghuni yang bersangkutan. Jika anda selebritis papan atas yang tak mau terusik privacynya, produk apartemen seperti ini pasti yang dicari. Soal harga menyesuaikan. Ada harga ada rupa. Harga premium asal kualitas premium mereka no problem.

Bicara landed housing, saya yakin juga ada market potensial di kelas premium ini. Yang rela membayar miliaran Rupiah untuk sebuah produk properti dengan value dan benefit yang sangat customize dan sesuai dengan need, want, and expectation dari market yang kita sasar.

Saya bermimpi mendevelope sebuah lahan kecil di pusat kota, meski hanya belasan unit saja yang dipasarkan. Saya beri nama TOWN HOUSE O KM (baca; nol kilometer). Value terbesarnya di lokasi yang strategis karena benar-benar di pusat kota. Itu sebabnya diberi nama O KM.

Fasilitasnya; ada kolam renang bersama yang dibuat khusus untuk penghuni rumah yang hanya belasan itu, ada wifi (hot spot) di semua area, ada secure system berbasis IT dengan banyak kamera CCTV, ada satpam 1x24 jam dll. Taman di bahu jalan dibuat keren dengan berbagai bunga-bungaan. Benar-benar mewah dan megah. Taglinenya; PRESTIGE IS YOURS.

Harga pasti mahal. Semuanya dibuat wah. Harganya miliaran Rupiah. Apakah ada yang beli? Saya yakin ada. Ini strategi harga premium. Menawarkan produk premium dengan harga premium. Positioningnya dibuat khusus untuk menimbulkan rasa bangga kepada para penghuninya; Prestige Is Yours. Jika kita mampu mengangkat citra kawasan sedemikian rupa, maka siapapun yang tinggal disana akan merasa bangga. Dan tanpa diminta, dari mulut ke mulut akan promosi ke komunitasnya. Dagangan bakal ludes gak pakai lama. (25DCAE68)

Senin, 23 Januari 2012

BIKIN BOY BAND BARENG SAYA YUK?


BIKIN BOY BAND BARENG SAYA YUK?

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Dua tahun lalu mungkin orang berpikir bahwa untuk mendirikan sebuah grup band, setidaknya harus dilakukan oleh beberapa orang yang bisa memainkan alat musik (gitar, drum, keybord) dan seorang vokalis. Jadi grup band adalah kombinasi antara vokalis dan beberapa musikus. Tanpa modal skill bermain musik, jangan bermimpi mendirikan grup band.

Tapi fenomena yang muncul 2 tahun terakhir ini, sangat marak yang namanya boy band dan girl band. Cukup bermodal suara, tampang enak dilihat dan kemampuan menari sesuai koreografi, maka bisa mendirikan sebuah grup band. Soal musik bisa pakai jasa band pengiring lain. Lagu bisa order ke pencipta lagu, atau malah lagu jadul diaransemen ulang dengan seijin penciptanya.

Singkat kata, maraknya boy band dan girl band mematahkan thesis lama bahwa untuk mendirikan sebuah grup band harus memiliki kemampuan bermain musik. Ternyata tidak perlu memiliki kemampuan bermain musik, sekelompok orang dengan kemampuan bernyanyi dan menari sudah berhak menyandang label sebagai grup band. Syaratnya asal mereka mampu menggandeng pencipta lagu dan band pengiring.

* * *

Sobat properti, tinggalkan juga paradigma lama bahwa untuk menjadi pengembang properti anda mesti memiliki tanah dan memiliki modal besar. Tanpa tanah dan tanpa modal besar anda bisa menjadi pengembang kok. Syaratnya adalah bahwa anda harus memiliki keahlian (skill and knowledge) di bidang manajemen properti. Jika tak punya tanah, tak punya modal besar, dan tak punya keahlian di bisnis properti, paling banter yang bisa anda perankan hanyalah menjadi makelar proyek saja.

Saatnya anda bergabung dengan Perguruan Kungfu Properti yang menawarkan paket Workshop 2 Hari berlabel CARA PINTER JADI DEVELOPER. Disitu anda bisa belajar tips menciptakan skenario legal yang memungkinkan anda memperoleh share kisaran 20-35% hanya dengan bermodal keahlian saja (bertindak sebagai Mitra Pemilik Keahlian), tanpa harus memiliki tanah dan modal besar. Anda juga diajarkan teknik membuat ACTION PLAN supaya proyek anda berjalan dalam rel yang jelas, dan MARKETING PLAN supaya produk perumahan yang anda pasarkan laris manis.

PERKUNGTI (Perguruan Kungfu Properti) mengajarkan konsep sinergi 3 pihak, yaitu MPT + MPM + MPK sebagai entry point bagi anda memulai bisnis properti. MPT = Mitra Pemilik Tanah, MPM = Mitra Pemilik Modal, dan MPK = Mitra Pemilik Keahlian. Sinergi 3 pihak tersebut sudah bisa mendirikan PERKUNGTI BOY BAND dengan lagu andalan yang syairnya seperti ini; "Lebih baik disini, proyek kita sendiri ...."

Apa manfaat anda mengikuti Workshop yang biayanya murah tersebut? Anda akan mendapat transfer ilmu properti langsung dari praktisi di bidang ini yang sudah berpengalaman selama 17 tahun dibidangnya, dengan skill komunikasi yang sangat bagus. Dan anda akan masuk ke komunitas yang memungkinkan anda labih mudah mendapatkan opportunity di bisnis ini. Tunggu apa lagi? Bergabunglah dengan Perguruan Kungfu Properti.

Semarang : 28 - 29 Jan 2012
Jakarta : 4 - 5 Pebr 2012
Jakarta : 10 - 11 Mar 2012
Bandung : 24 - 25 Mar 2012



Info lebih lanjut hubungi;
  • Sdr. Novi 0819 32607 888
  • Sdr. Deano 02470323000
  • Sdr. Rasyid 085290623168

Jumat, 20 Januari 2012

NAGA AIR MINUM KOPI

NAGA AIR MINUM KOPI
GONG XI FA CAI


ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Salah satu murid Perguruan Kungfu Properti memberi kabar bagus bahwa dia sudah mendapatkan sebuah hot prospek lahan 5.000 m2 di kota Surabaya. Harga lahan @ 300.000/m2, sudah sertipikat, dan pemilik tanah hanya minta DP 50 juta saja. Sisanya dibayar bertahap sesuai laju penjualan. Profit sharingnya bersedia diberi 30% saja. Harga per meter Rp 300.000 tersebut adalah sesuai harga pasaran disana.

Yang luar biasa, hot deal ini diperoleh hanya di kesempatan ke 4 dalam usahanya hunting lahan. Karena murid Perguruan Kungfu Properti ini sebenarnya core bisnisnya trading, dan niatan diversifikasi ke bisnis properti dilakukan serius tapi santai. Itu kata dia. Maksudnya dia serius masuk bisnis properti tapi agak santai hunting lahan. Dan dia bersyukur di prospek ke 4 mendapatkan hotdeal.

Padahal angka 4 dalam bahasa mandarin adalah 'si'. Dan 'si' dalam bahasa mandarin juga berarti 'mati'. Biasanya kurang bagus konteksnya. Tapi dia justru mendapatkan hoki (keberuntungan) di prospek ke 4. Ini sebuah antithesis.

Masalah serius yang dia kuatirkan adalah soal adanya permintaan dari pemodal yang minta modal harus dikembalikan 100% dalam waktu 12 bulan. Oh, rupanya selain berhasil menggandeng MPT (mitra pemilik tanah) dia juga berhasil menggandeng MPM (mitra pemilik modal) dengan investasi sebesar 1M yang dikompensasi dengan profit sharing 35% dari laba proyek. Mantap, ini berarti penggenapan semua ajaran di Workshop Cara Gampang Jadi Pengembang. MPT + MPM + MPK = Proyek. That's great!! Bertindak sebagai MPK (mitra pemilik keahlian) adalah dirinya sendiri.

Sobat properti, saya tidak akan menyajikan hitung-hitungan Action Plan di artikel ini. Tapi saya hanya ingin memberikan gambaran bahwa sebenarnya kekuatan daya serap pasar terhadap proyek kita itu ada rasio parameternya. Saya biasanya pakai rumus seperti ini;

Kelas Real Estate = 1 tahun 1 hektar
Kelas RSH = 1 tahun 2 hektar

(Keterangan; Jika kita mengembangkan perumahan kelas real estate, setiap 1 tahun minimal mampu memasarkan lahan seluas 1 hektar).

Jika kita berani mengambil sebuah lahan untuk dijadikan proyek, tetapi daya serap pasarnya dibawah rasio diatas, itu berarti secara investasi tidak cukup layak untuk dikembangkan. Akan terlalu lama energi dan waktu kita tersedot disana. Waktu berjalan terus, usia kita makin bertambah, apakah kita mesti menunggu sekian lama untuk mendapatkan hasilnya? Dalam kasus diatas, kalau lahan 0,5 hektar saja tidak yakin mampu diselesaikan dalam waktu 12 bulan, lebih baik opportunity itu dilepas saja.

Tapi dalam kasus diatas, sebenarnya yang saya lihat hanyalah berupa kegamangan dan ketidakyakinan dari seorang pemula di bakal proyek properti perdananya. Sepanjang proyek tersebut memiliki Action Plan dan Marketing Plan yang bagus, saya yakin bisa berjalan mulus. Kalau cuma 1/2 hektar mestinya bisa dieksekusi dalam waktu 12 bulan. Malah syukur-syukur selesai 8-10 bulan. Meski biasanya dalam hal ini ada 'iddle time' kisaran 2 bulan untuk perencanaan dan perijinan.

Dalam kondisi normal, saat 60-70% dari luasan lahan efektif yang dipasarkan sudah dilakukan AJB, biasanya 100% modal kerja sudah bisa dikembalikan. Ini adalah titik krusial dalam konteks hubungan emosional kita dengan MPM (mitra pemilik modal). Momentum disaat modal dikembalikan itu akan membuat investor merasa nyaman. Setidaknya resiko terbesar yang dia tanggung berupa lenyapnya investasi sudah terlampaui. Kue Ranjang Naga Air, hati senang modalnya cair.

Setelah kita mampu membuat MPM (mitra pemilik modal) merasa 'nyaman' dengan dikembalikannya modal, tahap selanjutnya adalah membuat MPM merasa 'happy' dengan menerima pembagian laba, yang bisa direalisasi dari sisa 30-40% lahan efektif yang belum AJB PPAT. Ini peribahasanya; Naga Air Minum Kopi, laba cair investor happy.

Singkat kata meskipun saya belum tentu dilibatkan dalam proses eksekusi lahan tersebut, khususnya dalam hal pembuatan Action Plan dan Marketing Plan, tetapi jika dimintai advise apakah proyek 5.000 m2 tersebut diperkirakan sanggup mengembalikan modal milik investor dalam waktu 12 bulan, saya cuma komentar singkat; Hajarrr bro !!! Ora wedi turah wani. (25DCAE68)

------------------

WORKSHOP PROPERTI 2 HARI
HANYA Rp. 500.000

Belajar ilmu properti ternyata tak mahal biayanya. Hanya Rp 500.000 untuk ikut workshop 2 hari berlabel CARA PINTER JADI DEVELOPER, tgl 10 -11 Maret 2012 di Hotel Oasis Amir, Senen Jakarta.

Ini adalah workshop yang mengajarkan kepada anda tahapan demi tahapan menjadi pengembang properti, dan membekali anda dengan basic skill yang sangat aplikatif bernama ACTION PLAN (bussiness plan) dan MARKETING PLAN.

Meskipun tarifnya murah, ini bukanlah workshop properti abal-abal, tapi instrukturnya adalah Ir. ARI WIBOWO, praktisi properti yang berpengalaman selama 17 tahun, dan pernah menggelar workshop sejenis puluhan kali di Jakarta, Depok, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Malang, Kediri, Semarang, Yogya, Solo dll.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang profil trainer, silahkan buka blog: http://ariwibowojinproperti.blogspot.com atau www.kompasiana.com/AriWibowoJinProperti

Jadwal bayar dan nominal bayar;

16 - 25 Jan 2012 = Rp 500.000 (*)
26 - 31 Jan 2012 = Rp 750.000
1 - 10 Pebr 2012 = Rp 1.000.000
11 - 20 Peb 2012 = Rp 1.250.000
21 - 28 Peb 2012 = Rp 1.500.000
1 - 10 Mar 2012 = Rp 1.750.000
11 Mar 2012 = Rp 2.000.000

(*) Harga promo Rp 500.000 otomatis tak berlaku jika jumlah pendaftar sudah mencapai 20 org pertama.

Pembayaran disetor ke;

Rek BCA cab. Ungaran
a/n ARI WIBOWO
A/C 222 0365789

Rek BII cab. Purwokerto
Via ATM Bersama ke A/C 1173204242
a/n ARI WIBOWO

Bukti setor/transfer disimpan setelah sebelumnya diemail ke; ari_kinerja@yahoo.co.id

Informasi dan pendaftaran ke;
sdr. Deano 024 7032 3000

Kamis, 19 Januari 2012

HANA PENG HANA INONG


HANA PENG HANA INONG

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Ada peribahasa; ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. Di dunia yang serba matre saat ini, istilah itu sangat masuk di akal. Dalam bahasa Aceh; hana peng hana inong. Arti harfiahnya; tak ada uang tak ada wanita. Tapi dalam konteks umumnya bisa diartikan sama dengan ungkapan 'Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang'.

* * *

Sobat properti, pernahkah anda berpikir bagaimana cara sistem penggajian dan bonus yang bisa memacu produktivitas karyawan di proyek kita, sekaligus memproteksi agar tidak sampai terjadi overbudget terhadap rencana pengeluaran proyek, khususnya OHC Gaji Karyawan?

Saya baru saja merencanakan sebuah sistem penggajian yang mengkaitkan besarnya income seorang karyawan dengan pemasukan perusahaan. Artinya pendapatan karyawan berbanding lurus dengan pemasukan yang terjadi ke rekening perusahaan. Dengan demikian jika pemasukan ke kas perusahaan kecil, karyawan akan ikut merasakan 'tight money' alias income pas-pasan. Tapi saat pemasukan ke kas perusahaan sedang melimpah ruah, maka rekening karyawan juga ikutan gendut. Ini sistem penggajian yang memacu produktivitas karyawan.

Hampir mirip dengan ungkapan 'Hana Peng Hana Inong' kan? Ada uang karyawan disayang, tak ada uang karyawan dan perusahaan bernasib malang. Adilkah? Adil. Karena sama-sama bernasib malang jika sedang tak ada uang. Bisa disebut tak adil jika banyak uang masuk ke rekening perusahaan, tetapi karyawan dipaksa bernasib malang.

Sebelum menerapkan konsep tersebut, ada 2 hal yang jadi acuan dan batasan, yaitu;

#1. Terapkan konsep anak ayam. Penjualan hanya dianggap mengumpulkan telur ayam. Dan perusahaan tidak butuh telur ayam melainkan butuh anak ayam. Jadi telur ayam itu mesti dierami dulu sampai dengan menetas. Yang dibutuhkan perusahaan adalah akad kredit (KPR) konsumen. Karena adanya akad kredit akan berlanjut dengan pencairan sejumlah uang ke rekening perusahaan. Jadi 1 poin produktivitas = 1x realisasi akad kredit.

#2. Pakai asumsi bahwa 5 bulan pertama sejak proyek dimulai, peristiwa telur menetas belum terjadi. Jadi selama produktivitas karyawan belum bisa dinilai secara kuantitatif, mereka tetap digaji sebagaimana umumnya, yaitu terima gaji bulanan. Sebagai contoh; Tommy yang jabatannya Project Officer mendapatkan gaji bulanan Rp 2 juta. Bulan ke 1 s/d ke 5, Tommy terima gaji bulanan. Tetapi bulan ke-6 dst sampai proyek selesai, Tommy terima income berdasarkan point produktivitasnya.

Setelah 2 acuan dan batasan diatas ditetapkan, maka tahapan berikutnya adalah sbb;

#3. Tetapkan nilai point produktivitas seorang karyawan berdasarkan nominal tertentu. Ambil asumsi dengan rumus berikut;

Point Produktivitas = [gaji bulanan x sisa umur proyek x 140%] : jumlah total unit yang dipasarkan.

Jika sisa umur proyek dimana Tommy bergabung adalah 13 bulan (catatan; 5 bulan yang sudah berjalan tidak dihitung lagi), maka Point Produktivitas Tommy adalah = [Rp 2 juta x 13 bulan x 140%] : 100 unit = Rp 364.000/unit.

Kenapa mesti dikalikan 140%? Karena 100% adalah gaji bulanannya, dan extra 40% adalah bonus atas jasa produksi yang dibukukannya. Ini sudah gabungan gaji dan bonus.

Jika Tommy sudah tahu bahwa point produktivitas dia adalah Rp 364.000/unit, maka dia bisa menghitung sendiri berapa pendapatan yang harus dia peroleh mulai bulan ke 6 dan seterusnya. jika Tommy mentargetkan 1 bulan bisa menetas anak ayam 10 ekor alias terjadi 10x realisasi akad kredit, maka Tommy akan mendapatkan income Rp 364.000 x 10 unit = Rp 3.640.000.

Kenapa sistem ini menguntungkan perusahaan? Karena semua karyawan akan bahu membahu dan bekerja sama mengejar realisasi akad kredit. Maklum saja, pendapatan mereka tergantung dari berapa banyak realisasi akad kredit. Pasti mereka bekerja keras mengejar realisasi akad kredit.

Perusahaan untung karena semua karyawan termotivasi memacu produktivitas. Dan saat produktivitas sedang rendah, maka kewajiban perusahaan kepada karyawan juga rendah. Coba bandingkan jika income karyawan tidak dikaitkan langsung dengan produktivitas, bisa-bisa akad kredit tidak ada tapi akhir bulan perusahaan tetap bayar gaji karyawan.

Dengan menetapkan sistem point produktivitas seperti ini, maka sebenarnya OHC Gaji Karyawan sudah bukan lagi menjadi variabel cost, tetapi sudah menjadi fix cost. Seandainya umur proyek molor, maka perusahaan tak ada pembengkakan dari pos budget gajinya. Semua sudah dikunci dalam nilai tetap. Jika proyek selesai lebih cepat, maka karyawan happy karena jumlah income bulanan yang diterimanya pasti jauh diatas rata-rata gaji bulanan dia dalam sistem pengganjian normal.

Berani mencoba? Jangan lupa sediakan THR karena hak THR karyawan belum dimasukkan dalam perhitungan diatas. Biarkan sistem ini mendidik karyawan anda bermental entrepreneur. Ada uang karyawan disayang, tak ada uang karyawan bernasib malang. Kesadaran akan kondisi ini akan membuat semua karyawan memacu produktivitasnya setinggi mungkin. (25DCAE68)

Rabu, 18 Januari 2012

MAK JLEB!! PAPA MENANG MAMA SENANG

MAK JLEB !!
PAPA MENANG MAMA SENANG

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Ada iklan obat kuat di sebuah radio lokal Demak yang berbunyi begini; "Dijamin Papa Menang dan Mama Senang ..." Agak jorok narasinya, tapi pesan yang disampaikan 'mak jleb' langsung parkir di otak pendengarnya. Tak susah membentuk persepsi pendengar soal apa yang dimaksud dengan 'papa menang' dan 'mama senang' dalam positioning obat kuat itu.

Ini tagline dan brand promise yang bagus. Easy spelling easy listening. Gampang dieja enak didengarkan. Masyarakat Indonesia mengenal budaya pantun, jadi akhiran yang sama di kata 'menang' dan 'senang' membuat positioning itu terasa enak didengar padahal muatan pesannya sangat dalam.

Jurus marketing yang diajarkan oleh kitab Perguruan Kungfu Properti mengajarkan bahwa positioning yang bagus adalah merupakan rangkuman dari semua benefit atau manfaat yang bisa dinikmati konsumen dari sebuah produk, yang dikemas dalam 1 tagline pendek terdiri atas 3 s/d 7 kata yang enak didengar tapi penuh makna. Jangan sembarang pilih kata, karena kalau bisa menemukan positioning yang pas, tagline ini mampu menghujam keras ke benak konsumen, bahkan mengintimidasi mereka supaya membeli produk yang ditawarkan.

Benak seorang istri yang merasa suaminya kurang perkasa bisa terintimidasi oleh positioning jamu kuat tersebut, dan kemudian 'memaksa' suaminya membeli dan mengkonsumsi. Biar papanya bisa menang, dan mama merasa senang. Mungkin selama ini papanya suka kalahan, haha ..

* * *

Sobat properti, gara-gara didalam mobil dengar radio menayangkan iklan obat kuat tersebut, apalagi saya dikejar deadline cetak brosur, tahukah anda apa yang terjadi ketika saya mencoba menemukan positioning terbaik untuk proyek Green Waterpark yang akan saya launching tanggal 25 Januari 2012 mendatang di Kota Pati Jawa Tengah? Saya memilih positioning berbunyi; HUNIAN NYAMAN / FASILITAS MENAWAN / JANGAN DILAWAN.

Terlihat arogan ya? Betul. Positioning ini memakai gaya intimidasi, bukan sekedar membujuk. Sengaja saya create biar menghujam keras-keras ke benak konsumen. Mak jleb!!! Dan susah dilepas lagi dari benak mereka. Menancap di otak dan tembus sampai ke hati.

Kenapa berani memilih positioning bergaya intimidasi? Karena saya yakin kekuatan waterpark yang ada di proyek yang akan kami kembangkan ini benar-benar sebuah benefit yang luar biasa menariknya bagi calon konsumen. Bayangkan di kota kabupaten kecil seperti Pati, tak ada real estate yang berani membangun kolam renang. Tapi kami yang main di level RSH di tepi kota berani membuat fasilitas Water Park. Dan keberanian membangun waterpark ini diambil dalam keadaan sadar, bukan disaat saya kerasukan seekor jin. Ini murni hasil analisa market yang dilakukan sesuai kitab marketing dari Perguruan Kungfu Properti.

Kami mentargetkan 208 unit rumah terjual ludes dalam waktu 6 bulan. Artinya lebih dari 30 unit sebulan. Strategi promosi mengepung kota akan kami lakukan dengan membombardir kota Pati dengan 200 spanduk, spot iklan radio, open table di supermarket, restoran populer dan halaman stadion. Awareness saya targetkan tercipta dalam waktu 1 bulan. Maksudnya dalam waktu 1 bulan minimal separoh penduduk kota Pati tahu perumahan GREEN WATERPARK.

Orang akan coba kami sihir dengan fasilitas waterpark, brosur yang keren, logonya saja juga sangat menarik. Siapa sangka siapa duga harga jual T36 hanya Rp 80 jutaan. Itulah yang membuat kami berani memilih brand promise; HUNIAN NYAMAN / FASILITAS MENAWAN / JANGAN DILAWAN. Sekali dengar, mak jlebbb .. Dari otak tembus ke hati. Endingnya, konsumen tertarik untuk membeli. (25DCAE68)

-------------------------------------------

WORKSHOP PROPERTI 2 HARI
HANYA Rp. 500.000

Belajar ilmu properti ternyata tak mahal biayanya. Hanya Rp 500.000 untuk ikut workshop 2 hari berlabel CARA PINTER JADI DEVELOPER, tgl 10 -11 Maret 2012 di Hotel Oasis Amir, Senen Jakarta.

Ini adalah workshop yang mengajarkan kepada anda tahapan demi tahapan menjadi pengembang properti, dan membekali anda dengan basic skill yang sangat aplikatif bernama ACTION PLAN (bussiness plan) dan MARKETING PLAN.

Meskipun tarifnya murah, ini bukanlah workshop properti abal-abal, tapi instrukturnya adalah Ir. ARI WIBOWO, praktisi properti yang berpengalaman selama 17 tahun, dan pernah menggelar workshop sejenis puluhan kali di Jakarta, Depok, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Malang, Kediri, Semarang, Yogya, Solo dll.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang profil trainer, silahkan buka blog: http://ariwibowojinproperti.blogspot.com atau www.kompasiana.com/AriWibowoJinProperti

Jadwal bayar dan nominal bayar;

16 - 25 Jan 2012 = Rp 500.000 (*)
26 - 31 Jan 2012 = Rp 750.000
1 - 10 Pebr 2012 = Rp 1.000.000
11 - 20 Peb 2012 = Rp 1.250.000
21 - 28 Peb 2012 = Rp 1.500.000
1 - 10 Mar 2012 = Rp 1.750.000
11 Mar 2012 = Rp 2.000.000

(*) Harga promo Rp 500.000 otomatis tak berlaku jika jumlah pendaftar sudah mencapai 20 org pertama.

Pembayaran disetor ke;

Rek BCA cab. Ungaran
a/n ARI WIBOWO
A/C 222 0365789

Rek BII cab. Purwokerto
Via ATM Bersama ke A/C 1173204242
a/n ARI WIBOWO

Bukti setor/transfer disimpan setelah sebelumnya diemail ke; ari_kinerja@yahoo.co.id

Informasi dan pendaftaran ke;
sdr. Deano 024 7032 3000

Senin, 16 Januari 2012

NAIK OJEK DARI BANGKOK


NAIK OJEK DARI BANGKOK

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Pagi hari jam 05.30 pembantu part time di rumah saya ribut-ribut minta pinjaman Rp 50.000 buat bayar tukang ojek. "Mahal amat bibi? Emang bibi naik ojek dari Bangkok?" tanya saya sambil menenggak secangkir kopi panas sembari mendata pendaftar WORKSHOP PROPERTI 2 HARI Rp 500.000 tanggal 10-11 Maret 2012 mendatang di Jakarta, yang baru 2 hari dipublish di http://ariwibowojinproperti.blogspot.com sudah membludak peminatnya.

Ternyata bibi saat naik ojek tak mau pakai helm dan kena tilang polisi Rp 50.000. Ditalangi tukang ojeknya tapi setelah itu ditagih ke bibi yang dengan sengaja menolak pakai helm meski sudah disediakan oleh tukang ojek. Saya berikan uang Rp 50.000 ke bibi pembantu sambil berkata; "Ini bantuan, bukan pinjaman, jadi bibi tak perlu mengganti dengan potong gaji .." Kasihan jika gaji Rp 400.000 dipotong Rp 50.000. Itu sudah 12,5% dari gajinya sebulan.

* * *

Sobat properti, budget saya sebulan untuk pembantu part time cuma Rp 400.000. Tapi akibat insiden kena tilang, terpaksa keluar Rp 50.000 cuma-cuma. Mungkin saya enteng mengeluarkan karena melihat nominalnya cuma Rp 50.000 saja, bukan prosentasenya yang 12,5%. Padahal jika saya berhitung secara rasio, angka 12,5% itu cukup besar dikomparasi terhadap gaji bulanan bibi yang cuma Rp 400.000.

Sekarang kita bicara soal ilmu properti. Tahukah anda berapa prosentase budget overhead cost (OHC) untuk proyek properti anda? Rasio normal berdasarkan pengalaman empiris saya adalah kisaran 7 s/d 10% dari omset (diluar pajak). Jadi kalau (misalnya) omset anda Rp 20 milyar, maka akumulasi biaya overhead costnya kisaran Rp 1,4 s/d 2 milyar. Lebih dari Rp 2 milyar berarti proyek anda masuk kategori boros alias tidak efisien.

Total OHC sebesar 10% x Omset atau sebesar Rp 2 milyar itu adalah OHC dari awal proyek sampai proyek berakhir. Terdiri atas 5 item biaya OHC sbb;

a. OHC Persiapan Kantor dan Inventaris Kantor
Sewa kantor, perbaikan dan pembersihan kantor, pembelian peralatan kantor (meja kursi, AC, komputer, printer, lemari, dispenser, kendaraan dll)

b. OHC Operasional Kantor
Bayar tagihan listrik, air, telepon, perjalanan dinas, alat tulis kantor, BBM, rumah tangga kantor dll.

c. Gaji Karyawan
Gaji, THR dan pesangon karyawan dari awal proyek s/d proyek selesai.

d. Bonus
Insentif untuk memacu produktivitas karyawan internal (bukan mediator).

e. Promosi Pemasaran
Ini biaya untuk semua aktivitas promosi out door ataupun in door. On air ataupun off air.

Pada saat menyusun budget didalam Action Plan, usahakan rasio total budget OHC hanya 7-9% saja dari rencana omset. Karena dalam realisasinya selalu ada kecenderungan budget bengkak. Andaikata itu terjadi setidaknya tak sampai over 10% karena rasio normal di proyek properti adalah 7-10% saja.

Buatlah rencana budget anda secara detail dan terperinci didalam ACTION PLAN, supaya memudahkan anda dalam realisasi pelaksanaannya di perjalanan proyek. Belum tahu cara membuat Action Plan? Silahkan belajar di Perguruan Kungfu Properti.  (25DCAE68)